Barang siapa berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke syorga. (HR. Muslim)

Monday, June 2, 2014

Mau Memilih Siapa dalam Pemilu?


Sebagaimana Rumaysho.Com sudah seringkali mengulas mengenai masalah Pemilu dan disimpulkan pula bahwa pendapat yang lebih tepat adalah dibolehkan untuk memberikan suara atau coblos dalam Pemilu. Lalu siapakah dan partai manakah yang mesti dipilih?

Fatwa para ulama sudah kami sertakan yang intinya membolehkan memberikan suara dalam Pemilu dengan menimbang maslahat atau mengambil bahaya yang lebih ringan. Fatwa tersebut adalah dari Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, Syaikhuna ‘Abdurrahman bin Nashir Al Barrok, Syaikh ‘Abdullah bin Abdirrahman Al Jibrin, Syaikh Ali bin Hasan Al Halaby, Syaikh Musthofa Al Adawi, fatwa yang kami pernah dengar langsung dari guru kami Syaikh Sa’ad bin Nashir Asy Syatsri, dan juga fatwa para ulama yang duduk di Al Lajnah Ad Daimah. Lihat fatwa tersebut dalam artikel: Hukum Coblos dalam Pemilu (seri ke-3).
Pertimbangan bolehnya memberikan suara dalam Pemilu karena menjalankan kaedah fikih:

Wednesday, March 5, 2014

Tanya Jawab Ringan Seputar Tauhid

[1] Apa yang dimaksud tauhid?
Jawab: Tauhid adalah mengesakan Allah dalam hal-hal yang menjadi kekhususan-kekhususan-Nya.
[2] Apa yang dimaksud kekhususan-kekhususan Allah itu?
Jawab: Kekhususan Allah bisa dibagi menjadi tiga bagian pokok; yaitu rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa shifat.
[3] Apa yang dimaksud rububiyah?
Jawab: Rububiyah adalah hal-hal yang berkaitan dengan penciptaan, pengaturan, dan penguasaan alam semesta. Allah adalah Rabbul ‘alamin, artinya pencipta, pengatur dan penguasa alam semesta.
[4] Apa yang dimaksud uluhiyah?
Jawab: Uluhiyah adalah hal-hal yang berkaitan dengan sifat ketuhanan atau peribadatan. Allah adalah ilaahin naas, artinya tuhan/sesembahan manusia. Oleh sebab itu ibadah hanya boleh ditujukan kepada-Nya semata.

Mengenal Hakikat Islam

Allah ta’ala berfirman,

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

Tidaklah Kami mengutus sebelum engkau [Muhammad] seorang rasul pun melainkan Kami wahyukan kepadanya; tidak ada ilah [yang benar] selain Aku, maka sembahlah Aku [saja].” (QS. Al-Anbiya’: 25)

Imam al-Baghawi rahimahullah menafsirkan makna perintah ‘sembahlah Aku’ dengan ‘tauhidkanlah Aku’ (lihat Ma’alim at-Tanzil, hal. 834)
Tentang dakwah Nabi Nuh ‘alaihis salam, Allah ta’ala berfirman,

لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ

Sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia berkata; Wahai kaumku, sembahlah Allah tiada bagi kalian sesembahan selain-Nya.” (QS. Al-A’raaf: 59).
Tentang dakwah Nabi Hud ‘alaihis salam, Allah ta’ala berfirman,

وَإِلَى عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلَا تَتَّقُونَ


KERANCUAN Prof. DR QURAISY SYIHAB dalam Membolehkan "Selamat Natalan"


Setelah mengagetkan kaum muslimin Indonesia dengan fatwa sesatnya yang intinya "Boleh tidak berjilbab", ternyata Prof. DR. Quraiys Syihab –semoga Allah memberi hidayah kepadanya- juga mengagetkan rakyat muslim Indonesia dengan fatwanya "Boleh mengucapkan selamat hari natal".

Kalau dalam permasalahan jilbab Qurasiy Syihab menipu rakyat muslim Indonesia dengan menyatakan bahwa ada ulama yang membolehkan untuk tidak berjilbab –sehingga diapun memilih pendapat boleh tidak berjilbab sehingga diterapkan oleh sang putri Najwa Syihab- (lihat video Quraisy Syihab yang menjadikan jilbab lelucon, http://www.youtube.com/watch?v=psyjuCd_6kk), maka pada permasalahan Natalan kembali lagi Quraisy Syihab mengesankan kepada muslim Indonesia dengan menyatakan bahwa ada ulama yang membolehkan mengucapkan selamat natalan !.

Maka kita bertanya kepada sang Prof, ulama dari madzhab manakah yang membolehkan ucapan selamat natal kepada kaum nashrani?. Dalam kitab apakah pernyataan mereka tersebut?.

Monday, November 18, 2013

Kisah Makam Seukuran Ubin dan Seorang Gadis ABG Mualaf di Jerman

Beberapa waktu yang lalu, kami membaca sebuah kisah yang ditulis salah seorang sahabat kami (muslimah) yang sedang belajar di kota Duisburg, Jerman. Beliau menceritakan kisahnya ketika bertemu dengan salah seorang gadis remaja di Jerman selama bulan Ramadhan kemarin. Kisah yang membuat hati ini merinding karena gadis Jerman muallaf tersebut telah mengajarkan kepada kita bagaimanakah seharusnya bersikap dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Atas ijin sahabat kami tersebut, kami tulis ulang kisah ini dengan beberapa penyesuaian ejaan dan tanda baca tanpa mengubah makna. Selanjutnya, kami membahas beberapa faidah yang bisa kita ambil dari kisah tersebut.

Kisah Makam Seukuran Ubin dan Seorang Gadis ABG Mualaf di Jerman

Beberapa waktu yang lalu aku melewati pemakaman orang Jerman. Terlihat seperti taman bunga, dengan deretan bunga warna-warni kecuali ada nisan menyembul di sela-selanya. Tampaknya kebiasaan orang Jerman menanam bunga di atas makam. Kalau tidak langsung ditanam di atas tanah, kadang pot-pot bunga diletakkan di atasnya. Tapi bukan ini yang aneh.
Setelah melewati komplek pemakaman penuh bunga, aku melewati komplek pemakaman berbaris dan berderet yang masing-masing besarnya hanya seukuran ubin. Membuatku berpikir lama. Makam apakah ini? Mengapa kecil sekali? Makam binatangkah? Maklum, orang Jerman ini mencintai anjing sebagaimana mencintai anak.

Tuesday, October 29, 2013

Ma... Sekarang Aku Ingin Berhijab (Sebuah Kisah Nyata)


  
Seorang pemuda menceritakan:

Ini adalah sebuah cerita tentang adikku Nur Annisa, seorang gadis tomboy yang baru beranjak dewasa dan agak susah diatur. Pada saat umurnya menginjak 17 tahun, perkembangan dan tingkah lakunya mulai mengkhawatirkan ibuku, banyak teman laki-lakinya yang datang kerumah. Sehingga ibuku memanggil seorang guru ngaji dengan harapan adikku bisa berubah menjadi wanita yang lebih baik.

Ibu juga menyuruh adikku agar mengenakan jilbab, namun Ani selalu menolak sehingga timbul pertengkaran-pertengkaran kecil diantara keduanya. Pernah suatu ketika adikku berkata dengan suara yang agak keras, “Mama coba lihat deh, tetangga kita anaknya pakai jilbab, tapi kelakuannya nggak

Setelah jatuh.. Tertimpa Cinta


Saudaraku, mungkin engkau pernah merasakan terjatuh..
Bagaimana rasa sakitnya? Apakah ia meninggalkan bekas?
Ya, hampir semua yang disebut ‘jatuh’ itu terasa sakit dan meninggalkan bekas...

Namun, kekita seseorang mengalami ‘jatuh’ yang satu ini, terkadang rasa sakitnya tidak disadari. Karena seakan kata ‘jatuh’ tertutupi oleh kata setelahnya. Dialah ‘Jatuh cinta’....

Dua kata yang sering engkau dengar di pinggir pantai, di sekolah, media masa, atau dimana saja engkau mendapatinya. Dua kata yang sering membuat seorang kakak menangis menahan sakit, dua kata yang sering membuat seorang adik mengurung diri di dalam kamarnya. Atau kadang membuat seseorang tersenyum tersipu di depan cermin.

Benar saudaraku, kata yang identik dengan sepasang kekasih yang belum terikat oleh akad pernikahan...