Barang siapa berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke syorga. (HR. Muslim)

Monday, November 18, 2013

Kisah Makam Seukuran Ubin dan Seorang Gadis ABG Mualaf di Jerman

Beberapa waktu yang lalu, kami membaca sebuah kisah yang ditulis salah seorang sahabat kami (muslimah) yang sedang belajar di kota Duisburg, Jerman. Beliau menceritakan kisahnya ketika bertemu dengan salah seorang gadis remaja di Jerman selama bulan Ramadhan kemarin. Kisah yang membuat hati ini merinding karena gadis Jerman muallaf tersebut telah mengajarkan kepada kita bagaimanakah seharusnya bersikap dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Atas ijin sahabat kami tersebut, kami tulis ulang kisah ini dengan beberapa penyesuaian ejaan dan tanda baca tanpa mengubah makna. Selanjutnya, kami membahas beberapa faidah yang bisa kita ambil dari kisah tersebut.

Kisah Makam Seukuran Ubin dan Seorang Gadis ABG Mualaf di Jerman

Beberapa waktu yang lalu aku melewati pemakaman orang Jerman. Terlihat seperti taman bunga, dengan deretan bunga warna-warni kecuali ada nisan menyembul di sela-selanya. Tampaknya kebiasaan orang Jerman menanam bunga di atas makam. Kalau tidak langsung ditanam di atas tanah, kadang pot-pot bunga diletakkan di atasnya. Tapi bukan ini yang aneh.
Setelah melewati komplek pemakaman penuh bunga, aku melewati komplek pemakaman berbaris dan berderet yang masing-masing besarnya hanya seukuran ubin. Membuatku berpikir lama. Makam apakah ini? Mengapa kecil sekali? Makam binatangkah? Maklum, orang Jerman ini mencintai anjing sebagaimana mencintai anak.

Tuesday, October 29, 2013

Ma... Sekarang Aku Ingin Berhijab (Sebuah Kisah Nyata)


  
Seorang pemuda menceritakan:

Ini adalah sebuah cerita tentang adikku Nur Annisa, seorang gadis tomboy yang baru beranjak dewasa dan agak susah diatur. Pada saat umurnya menginjak 17 tahun, perkembangan dan tingkah lakunya mulai mengkhawatirkan ibuku, banyak teman laki-lakinya yang datang kerumah. Sehingga ibuku memanggil seorang guru ngaji dengan harapan adikku bisa berubah menjadi wanita yang lebih baik.

Ibu juga menyuruh adikku agar mengenakan jilbab, namun Ani selalu menolak sehingga timbul pertengkaran-pertengkaran kecil diantara keduanya. Pernah suatu ketika adikku berkata dengan suara yang agak keras, “Mama coba lihat deh, tetangga kita anaknya pakai jilbab, tapi kelakuannya nggak

Setelah jatuh.. Tertimpa Cinta


Saudaraku, mungkin engkau pernah merasakan terjatuh..
Bagaimana rasa sakitnya? Apakah ia meninggalkan bekas?
Ya, hampir semua yang disebut ‘jatuh’ itu terasa sakit dan meninggalkan bekas...

Namun, kekita seseorang mengalami ‘jatuh’ yang satu ini, terkadang rasa sakitnya tidak disadari. Karena seakan kata ‘jatuh’ tertutupi oleh kata setelahnya. Dialah ‘Jatuh cinta’....

Dua kata yang sering engkau dengar di pinggir pantai, di sekolah, media masa, atau dimana saja engkau mendapatinya. Dua kata yang sering membuat seorang kakak menangis menahan sakit, dua kata yang sering membuat seorang adik mengurung diri di dalam kamarnya. Atau kadang membuat seseorang tersenyum tersipu di depan cermin.

Benar saudaraku, kata yang identik dengan sepasang kekasih yang belum terikat oleh akad pernikahan...

Wednesday, October 2, 2013

Download Kajian Kitab Fawaidul Fawaid: Kemuliaan dengan Taat kepada Allah

Alhamdulillah, Anda dapat mengunduh kajian kitab Fawaidul Fawaid (فوائد الفوائد), yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada Senin, 19 Syawwal 1434 / 26 Agustus 2013, pukul 05:30-07:00 WIB.




Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. - Fawaidul Fawaid: Kemuliaan dengan Taat kepada Allah (26 Agustus 2013) [ 1:26:04 | 19.73 MB ]



sumber : radiorodja.com

Satu Senyuman... Aku Bukan Terroris...

Saudaraku, ketika celana mu sudah naik di atas mata kaki,,
Ketika benih jenggotmu mulai tumbuh,
Atau ketika engkau wahai saudariku mengenakan pakaian kehormatan,

Maka akan ada orang-orang yang mencaci dan mencelamu,
Lalu bagaimana perasaanmu ketika melewati suatu jalan dan pun dijuluki ‘Teroris’?
Menusuk ke hati bukan?

Dan ketika ada yang bertanya sinis pada mu, “sebenarnya kamu ini ikut Aliran apa?”
Dan bagaimana pula kalau yang bertanya adalah seorang teman?
Terasa panas dan sesak di dada...
Atau bahkan anda lebih tahu bagaimana rasa sakitnya,


Wahai kawan seperjuangan, mungkin seperti itu juga yang pernah kurasakan,
ketika salah seorang teman menanyakan hal sama, tapi entah kenapa saudaraku, aku yang biasanya pandai mengolah kata-kata, seketika itu juga aku terdiam dan tidak bisa menjawab...
mungkin karena terlalu sakit dan belum terbiasa, aku hanya bisa membalasnya dengan satu senyuman...

Monday, September 16, 2013

Ternyata Sisi Gelapku...


Sempat aku membaca Ibnul Qoyyim al-jauziyyah rahimahullahmengatakan,

“Sebuah wadah baru bisa diisi dengan sesuatu jika kosong dari lawan sesuatu tersebut. Apabila hati seseorang dipenuhi oleh keyakinan dan rasa cinta terhadap perkara yang bathil, maka tidak ada lagi ruang di dalamnya untuk menempatkan keyakinan dan rasa cinta terhadap perkara yang Haq”.

Setelah membaca ini, maka aku merenungkan apa yang telah mengisi wadah hatiku.

Ternyata terjadi pergulatan luar biasa antara petunjuk cahaya dan sisi gelapku di dalamnya. Lalu ilmu membisikkan padaku bahwa pergulatan itu tidak akan berhenti sepanjang umurku, hanya untuk mendapatkan tempat dalam wadah hatiku.

Oh, Inikah Cinta?



Ketika mendengar atau membaca kata ‘Cinta’ mungkin sebagian manusia imajinasinya akan langsung tertuju kepada sepasang kekasih yang kisahnya ditaburi dengan bumbu yang manis dan dibalut dengan bungkusan yang romantis...

Namun, sesempit itukah kata (Cinta) itu?

Ketika membuat tulisan ini, Aku membuka sebuah kitab yang tidak asing lagi bagi mataku, sebuah kitab yang berjudul ‘Shaidul Khaatir’ karya Ibnul Jauzi rahimahullah, begitu terkejutnya ketika mengetahui halaman yang tidak sengaja kubuka terdapat tulisan besar berwarna hitam tebal, tulisan itu “Rasa Cinta pada Allah”.